-->

Contoh Soal Ukom Ners dan Kunci Jawaban (Part 3)

 Uji kompetensi adalah salah satau ujian yang digelar untuk lulusan perawat, baik vokasi ataupun profesi ners.

Contoh Soal Ukom Ners dan Kunci Jawaban Lengkap Terbaru - www.herusetianto.com

Uji Kompetensi merupakan kepanjangan dari Ukom. Tanpa lulus Ukom maka seorang belum dapat mengurus pembuatan STR (Surat Tanda Registrasi) perawat.

Contoh Soal Ukom Ners dan Kunci Jawaban (Part 3)

Keperawatan Medikal Bedah (10 Soal)

Soal 1. Seorang perempuan (40 tahun) dirawat di Rumah Sakit dengan Myasthenia Gravis hari ke-2.

Keluarga mengatakan pasien tiba-tiba kesulitan menelan makanan, tersedak saat makan, pasien hanya menghabiskan 2 sendok makanan RS, BB = 50 kg, dan TB = 160 cm.

Hasil pemeriksaan dokter, terjadi kerusakan pada saraf IX, X, XII.

Apakah masalah keperawatan yang tepat?

a. Defisit Nutrisi
b. Risiko Defisit Nutrisi
c. Berat Badan Lebih
d. Gangguan Menelan
e. Risiko Aspirasi

Jawaban : D. Gangguan Menelan. Data fokus masalah : Keluarga mengatakan pasien tiba-tiba kesulitan menelan makanan, tersedak setelah mencoba untuk menelan makanan. Masalah keperawatan yang tepat: Gangguan Menelan, dibuktikan dengan terjadi kerusakan pada saraf IX (Nervus Glosofaringeal), X (Nervus Vagus), XII (Nervus Hipoglosul), dimana saraf-saraf ini mengatur fungsi menelan pada tubuh manusia. Menurut SDKI 2016, gangguan menelan adalah fungsi menelan abnormal akibat defisit struktur atau fungsi oral, faring atau esophagus. Didukung oleh data mayor yaitu sulit menelan, batuk setelah makan atau minum, tersedak, dan makanan tertinggal di rongga mulut.


Soal 2. Seorang perempuan (40 tahun) dirawat di Rumah Sakit dengan keluhan kelejer tiroid membesar.

Hasil pengkajian: pasien sering berkeringat, bicara kurang jelas, nafsu makan meningkat, mudah cemas, berat badan 36 kg dan tinggi badan 150 cm.

Apakah masalah keperawatan yang tepat?

a. Gangguan Komunikasi Verbal
b. Ansietas
c. Defisit Nutrisi
d. Risiko Defisit Nutrisi
e. Kesiapan Peningkatan Nutrisi

Jawaban : C. Defisit Nutrisi.  Data fokus masalah : Berat badan pasien 36 kg dengan tinggi badan 150 cm (IMT pasien = 16 kg/m2) dan IMT Normal = 18,5 – 25 kg/m2. Masalah keperawatan yang tepat : Defisit Nutrisi. Menurut SDKI 2016, defisit nutrisi yaitu asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme, yang ditandai oleh data mayor berat badan menurun minimal 10% di bawah rentang ideal.

Soal 3. Seorang perempuan (40 tahun) datang ke Poliklinik Bedah Vaskular dengan keluhan kaki terasa berat, kesemutan, dan sering kram pada malam hari.

Hasil pengkajian : bengkak dan luka pada ekstremitas bawah, nadi teraba lemah, CRT > 3 detik dan indeks ankle-brachial 0,6.

Apakah masalah keperawatan yang tepat?

a. Gangguan Mobilitas Fisik
b. Perfusi jaringan Perifer Tidak Efektif
c. Nyeri Akut
d. Gangguan Integritas Kulit
e. Kelebihan Volume Cairan

Jawaban : Perfusi jaringan Perifer Tidak Efektif. Data fokus masalah : kram dan kesemutan pada ekstremitas bawah, CRT > 3 detik, nadi perifer teraba lemah, edema, dan indeks ankle-brachial < 0,9. Masalah keperawatan yang tepat : Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif. Menurut SDKI 2016, perfusi jaringan perifer tidak efektif yaitu penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang dapat mengganggu metabolisme tubuh, yang ditandai dengan nyeri ekstremitas, CRT > 3 detik, nadi perifer menurun/tidak teraba, akral teraba dingin, warna kulit pucat, dan turgor kulit menurun.

Soal 4. Seorang laki-laki (40 tahun) dirawat di Rumah Sakit dengan Cedera Medulla Spinalis.

Hasil pengkajian : pasien kesulitan menggerakkan panggul dan ekstremitas bawah, nyeri saat digerakkan, rentang gerak menurun, ekstremitas dingin, tekanan darah 100/70 mmHg, frekuensi nadi 72 x/menit, dan terpasang kateter urin.

Apakah diagnosis keperawatan utama yang tepat?

a. Nyeri Akut
b. Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer
c. Gangguan Mobilitas Fisik
d. Gangguan Eliminasi Urin
e. Risiko Syok

Jawaban : C. Gangguan Mobilitas Fisik. Data fokus masalah : kesulitan menggerakkan panggul dan ekstremitas bawah, rentang gerak menurun, dan nyeri saat digerakkan.Masalah keperawatan yang tepat : Gangguan Mobilitas Fisik. Menurut SDKI 2016, gangguan mobilitas fisik yaitu keterbatasan dalam gerakan fisik dari satu atau lebih ekstremitas secara mandiri, yang ditandai dengan data mayor: pasien mengeluh sulit menggerakkan ekstremitas, kekuatan otot menurun, dan rentang gerak menurun.

Soal 5. Seorang laki-laki (50 tahun) dirawat di Rumah Sakit dengan PJK.

Pada saat pasien berpindah dari kursi roda ke bed, pasien mengeluh nyeri pada dada dan disertai sesak napas.

Hasil pengkajian : pasien tampak kelelahan, frekuensi napas 28 x/menit, frekuensi nadi 110 x/menit, dan gambaran EKG aritmia.

Apakah masalah keperawatan yang tepat?

a. Kelelahan
b. Penurunan Curah Jantung
c. Intoleransi Aktivitas
d. Pola Napas Tidak Efektif
e. Nyeri Kronis

Jawaban : C. Intoleransi Aktivitas. Data fokus masalah: pasien mengeluh nyeri dada dan sesak napas setelah berpindah dari kursi roda ke bed. Kelelahan setelah berpindah posisi, frekuensi napas meningkat (28 x/menit) setelah berpindah posisi, frekuensi nadi meningkat (110 x/menit) setelah berpindah posisi, dan gambaran EKG aritmia. Masalah keperawatan yang tepat: Intoleransi Aktivitas.

Soal 6. Seorang perempuan (40 tahun) datang ke Poliklinik dengan keluhan nyeri pada sendi lutut dan pergelangan tangan.

Nyeri skala sedang, sering muncul pada pagi hari dengan durasi 30 menit, dan sudah berlangsung lebih dari 3 bulan.

Klien merasa cemas untuk bergerak ketika nyeri muncul, sehingga klien hanya tiduran di tempat tidur saja.

Apakah masalah keperawatan yang tepat?

a. Gangguan Mobilitas Fisik
b. Nyeri Kronis
c. Nyeri Akut
d. Ansietas
e. Intoleransi Aktivitas


Jawaban : B. Nyeri Kronis. Data fokus masalah: klien mengeluh nyeri pada sendi lutut dan pergelangan tangan, nyeri skala sedang, sering muncul pagi hari dengan durasi 30 menit, sudah berlangsung lebih dari 3 bulan, ketika nyeri muncul, klien merasa cemas untuk bergerak. Masalah keperawatan yang tepat: Nyeri Kronis.

Soal 7. Seorang laki-laki (45 tahun) dirawat di Rumah Sakit dengan Sirosis.

Pasien mengeluh napas terasa sesak ketika berbaring, nyeri skala 8 pada perut kanan atas sejak 2 bulan terakhir, dan bengkak pada ekstremitas bawah.

Pasien tampak meringis, frekuensi nadi 110 x/menit, frekuensi napas 26 x/menit, dan sklera ikterik.

Apakah masalah keperawatan yang tepat?

a. Pola Napas Tidak Efektif
b. Kelebihan Volume Cairan
c. Nyeri Akut
d. Gangguan Rasa Nyaman
e. Intoleransi Aktivitas

Jawaban : B. Nyeri Kronis. Data fokus masalah: klien mengeluh nyeri pada sendi lutut dan pergelangan tangan, nyeri skala sedang, sering muncul pagi hari dengan durasi 30 menit, sudah berlangsung lebih dari 3 bulan, ketika nyeri muncul, klien merasa cemas untuk bergerak. Masalah keperawatan yang tepat: Nyeri Kronis.

Soal 8. Seorang perempuan (55 tahun) dirawat di Rumah Sakit dengan Multipel fraktur pada ekstremitas bawah.

Pasien mengeluh nyeri ketika kaki digerakkan, sehingga merasa cemas untuk bergerak, kekuatan otot menurun, rentang gerak menurun, dan IMT 30 kg/m2.

Apakah masalah keperawatan utama yang tepat?

a. Nyeri Akut
b. Ansietas
c. Berat Badan Lebih
d. Obesitas
e. Gangguan Mobilitas Fisik

Jawaban : E. Gangguan Mobilitas Fisik. Data fokus masalah: Nyeri ketika kaki digerakkan, kekuatan otot menurun, rentang gerak menurun, cemas saat bergerak, dan IMT 30 kg/m2. Masalah keperawatan utama yang tepat: Gangguan mobilitas fisik.

Soal 9. Seorang perempuan (50 tahun) dirawat di Rumah Sakit dengan Sirosis Hepatis.

Hasil pengkajian : pasien mengeluh nyeri pada perut kanan atas, kulit terasa gatal, sesak ketika berbaring, asites (+), pitting edema grade II, dan distensi vena jugularis.

Apakah masalah keperawatan yang tepat?

a. Pola Napas Tidak Efektif
b. Gangguan Integritas Kulit
c. Nyeri Akut
d. Kelebihan Volume Cairan
e. Penurunan Curah Jantung

Jawaban : D. Kelebihan Volume Cairan. Data fokus masalah: Pasien mengeluh sesak ketika berbaring (orthopnea), asites (+), pitting edema grade II, dan distensi vena jugularis. Masalah keperawatan yang tepat: Kelebihan volume cairan.

Soal 10. Seorang laki-laki (40 tahun) dirawat di Bangsal Bedah dengan Seizure Disorder setelah mengalami Vulnus Punctum pada telapak kaki pasien.

Perawat akan memberikan injeksi Phenobarbital pada lokasi ventrogluteal.

Apakah tindakan yang tepat dilakukan perawat setelah menggunakan handscoon?

a. Membersihkan lokasi penyuntikkan dengan kapas alkohol
b. Identifikasi pasien
c. Menyuntikkan obat dengan sudut 90 derajat
d. Memposisikan pasien supinasi
e. Menyiapkan obat


Jawaban : A. Membersihkan lokasi penyuntikkan dengan kapas alcohol. Prosedur Tindakan Injeksi Intramuskular: Membersihkan lokasi penyuntikkan dengan kapas alcohol adalah TEPAT. Ini dilakukan setelah perawat menggunakan handscoon, untuk mencegah masuknya mikroorganisme.


Baca: Contoh Soal Ukom Ners dan Pembahasan 2020-2021 (Part 1)

      Contoh Soal Ukom Ners dan Pembahasan 2020-2021 (Part 2)

      Contoh Soal Ukom Ners dan Kunci Jawaban (Part 3)

      Contoh Soal Ukom Ners dan Kunci Jawaban (Part 4)

      Contoh Soal Ukom Perawat dan Kunci Jawaban (Part 5) Update


Editor: Heru Setianto

Source Image: Heru Setianto

Source: Net

Posting Komentar