Pengertian Proses Konsepsi dan Proses Kehamilan Pada Ibu Hamil

Konsepsi
1. Persatuan antara sebuah telur & sebuah sperma, yang menandai awal kehamilan.
2. Peristiwa ini bukan peristiwa terpisah, tapi ada rangkaian kejadian yang mengelilinginya.
3. Kejadian tersebut adalah pembentukan gamet (telur dan sperma), ovulasi, penggabungan gamet & implantasi embrio di dalam uterus.
4. Bila semua peristiwa berlangsung baik, maka proses perkembangan embrio & janin dapat dimulai.


Ovum
1. Meiosis pada wanita menghasilkan telur (ovum).
2. Proses terjadi di ovarium, khususnya pada folikel ovarium.
3. Setiap bulan 1 ovum mejadi matur, dengan sebuah pejamu mengelilingi sel pendukung.
4. Saat ovulasi, ovum keluar dari folikel ovarium yang pecah -> kadar estrogen tinggi - meningkatkan gerakan tuba falopii -> uterus.
5. Ada 2 lapisan pelindung ovum -> lapisan pertama (membran tebal tidak berbentuk/zona pelusida), Lapisan kedua korona radiata (terdiri dari sel oval yang disatukan oleh asam hialuronat).
6. Ovum subur setelah 24 jam ovulasi -> tidak pembuahan, ovum berdegenerasi & direabsorbsi.

Sperma
1. Ejakulasi pada hubungan seksual dalam kondisi (N) -> 1 sendok teh semen (200-500 juta ke dlm vagina).
2. Sperma berenang dengan gerakan flagela pada ekornya.
3. Beberapa sperma dapat mencapai tempat fertilisasi dalam waktu 5 menit, tapi rata-rata waktu adalah 4-6 jam.
4. Sewaktu sperma berjalan melalui tuba uterin, enzim disana akan membantu kapasitasi sperma.
5. Enzim ini dibutuhkan agar sperma dapat menembus lapisan pelindung ovum sebelum fertilisasi.

Fertilisasi
1. Fertilisasi - > berlangsung di ampula.
2. Apabila sebuah sperma berhasil menembus membran yang mengelilingi ovum maka sperma + ovum berada di dalam membran & membran tidak dapat lagi ditembus sperma lain (rx zona).
3. Pembelahan kedua oosit selesai & nukleus ovum menjadi pronukleus ovum. Kepala sperma membesar & menjadi pronukleus pria, sedangkan ekornya berdegenerasi. Nukleus akan menyatu & bergabung, sehingga dicapai jumlah yang diploid -> zigot.

Implantasi
1. Zona pelusida berdegenerasi & trofoblas melekat pada endometrium rahim (daerah fundus anterior & post).
2. Antara 7 -> 10 hari setelah konsepsi trofoblas mensekresi enzim yang membantu membenamkan diri dalam endometrium (implantasi).
3. Villi korion terbentuk di luar trofoblas & menyusup masuk ke dalam daerah yang mengandung darah pada endometrium.
4. Setelah implantasi, endometrium disebut desidua.
5. Desidua basalis -> bagian yang langsung berada di bawah blastosis (tempat vili korion mengetuk pembuluh darah)
6. Desidua kapsularis -> bag yang menutup blastosis.
7. Desidua vera -> bagian yang melapisi sisa uterus.

Embrio & Janin
1. Kehamilan berlangsung selama kira-kira 10 bulan lunar/ 9 bulan kalender (40 minggu).
2. Konsepsi terjadi sekitar 2 minggu setelah hari pertama periode mens berakhir.
3. Umur janin pasca konsepsi yakni 38 minggu.
4. Perkembangan intrauterin; ovum, embrio, janin.
5. Tahap ovum: berlangsung sejak konsepsi - hari ke 14.
6. Pada periode ini terjadi replikasi seluler, pembentukan blastosis, perkembangan awal selaput embrio lapisa germinal primer.

Perkembangan Embrio
1. Tahap embrio berlangsung dari hari ke 15 - 8 minggu setelah konsepsi atau sampai ukuran embrio sekitar 3 cm, dari puncak kepala; bokong.
2. Tahap ini merupakan masa yang paling kritis dalam perkembangan sistem organ; penampilan luar utama janin.
3. Pada akhir minggu ke 8 -> semua sistem organ & struktur eksterna terbentuk ; embrio tidak diragukan lagi.

Plasenta
Struktur
Selama minggu ke 3 setelah konsepsi, sel trofoblas villi korion menyusup ke dalam desidua basalis.
Villi korion membentuk ruang yang memiliki 2 lapisan: sinsisium luar & sito trofoblas dalam.
Lapisa ketiga berkembang menjadi septum yang menancap, membagi desidua yang menonjol menjadi daerah terpisah (kotiledon).
Setiap kotiledon adal unit yang fungsional.
Plasenta berfungsi sebagai alat pertukaran metabolik.

Fungsi
Fungsi -> kelenjar endokrin yang memproduksi 4 hormon yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan & menunjang embrio janin.
Prod hormon -> HCG, HPL, progesteron, estrogen.
Fungsi metabolik plasenta -> respirasi, nutrisi, ekskresi & penyimpanan.

Membran
Pada saat implantasi, dua membran janin yang mengelilingi embrio yang berkembang mulai terbentuk.
Membran sel bagian dalam, amnion, terbentuk dari sel-sel bag dalam blastosis.
Embrio yang berkembang akan menarik amnion mengelilingi dirinya, sehingga terbentuk pada sisi yang berhadapan dengan blastosis yang berkembang.

Cairan Amnion
Pada tahap awal, rongga amnion memperoleh cairan dari darah ibu melalui proses difusi.
Jumlah cairan meningkat setiap minggu, sehingga pada aterm antara 800-1200 ml cairan bening agak kekuningan.
Fungsi cairan amnion untuk embrio janin, bantalan bagi janin terhadap trauma, membantu embrio supaya tidak terbelit membran & membantu pertumbuhan janin simetris.

Yolk Sac
1. Sementara rongga amnion & amnion terbentuk, sebuah rongga blastosis juga terbentuk pada sisi lain diskus embrio yang berkembang.
2. Bagian yolk sac menyatu dengan tubuh embrio menjdi sistem cerna primitif embrio selama pelipatan pada minggu ke 4.
3. Pada sekitar 2% orang dewasa, bagian intra abdominal yolk salk menetap & disebut dengan divertikulum ileum (Meckel).

Lapisan Germ Primer
1. Pada minggu kedua setelah konsepsi, diskus embrio berdifensiasi mejadi tiga lapisan germ : ektoderm, mesoderm, & endoderm (entoderm).
2. Ektoderm membentuk epidermis, kelenjar, kuku & rambut, sistem saraf pusat & perifer, lensa mata, email gigi & dasar rongga amnion.
3. Mesoderm berkembang menjadi tulang & gigi, otot, kulit & jar ikat, sistem kardiovaskuler & limpa, serta sist urogenital.
4. Endoderm, lapisan epitel yang melapisi sal pernafasan & sal cerna.

Korda Umbilikalis
1. Pada hari ke 14 setelah konsepsi, diskus embrio, kantong amnion & yolk sac menyatu denga vili korion melalui connecting stalk.
2. Minggu ke 3, pembuluh darah berkembang untuk menyuplai embrio dengan nutrien & oksigen dari ibu.
3. Minggu ke 5, setelah embrio melekuk ke dalam pada kedua ujungnya, connecting stalk berada pada sisi ventral embrio, sehingga connecting stalk tertekan pada kedua sisinya oleh amnion yang membentuk korda umbilikalis.
4. Karena plasenta terbentuk dari villi korion, korda umbilikalis biasanya terletak di tengah.
5. Pembuluh darah bercabang keluar dari bag tengah ke seluruh lapisan plasenta.


Editor: Heru Setianto
Source: Buku Maternitas Keperwatan
Disqus Comments