Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Nutrisi

GANGGUAN NUTRISI
  1. Nutrisi lebih
  2. Nutrisi kurang
Malnutrisi adalah kekurangan intake dari zat – zat makanan terutama protein dan karbohidrat. Dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kognisi serta dapat memperlambat proses penyembuhan.

TIPE –TIPE MALNUTRISI 
  1. Defisiensi nutrisi ex : kurang makan buah & sayuran--- kekurangan vit C---- perdarahan pd gusi.
  2. Marasmus: Kekurangan protein dan kalori --- pembongkaran lemak tubuh & otot Gambaran klinis : atropi otot, menghilangnya lapisan lemak subkutan,kelambatan pertumbuhan,perut buncit,sangat kurus spt tulang dibungkus dll.
  3. Kwashiokor: Kekurangan protein karena diet yg kurang protein atau disebabkan karena protein yg hilang secara fisiologis ( cedera & infeksi ).
Ciri –cirinya : lemah,apatis,hati membesar,BB turun,atropi otot,anemia ringan,perubahan pigmentasi pd kulit dan rambut Kwashiokor Kekurangan protein karena diet yg kurang protein atau disebabkan karena protein yg hilang secara fisiologis ( cedera & infeksi.

PENGKAJIAN 
Pusat pengkajian nutrisi pada 5 area utama:
Pengukuran Fisik & Anthropometry
Test laboratorium
Riwayat kesehatan observasi klinikal
3       Dietary
Ekspektasi klien.

PENGUKURAN FISIK & ANTROPOMETRI
PENGUKURAN FISIK
dengan melakukan pengukuran IMT (Index Masa Tubuh) dengan rumus
IMT = Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)2
ANTROPOMETRI: LILA
wanita : 28,5 cm ---- pria : 28,3 cm
Ideal Body Weight  (IBW)
 (TB – 100) + - 10%

KLASIFIKASI IMT


Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Nutrisi
Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Nutrisi/ Foto: Editing dan Koleksi Pribadi
Sumber: DEPKES RI

Test laboratorium
1.Test lab yang umum digunakan  untuk mempelajari status nutrisional  termasuk mengukur plasma protein seperti albumin, trans-ferin, prealbumin, retinol binding protein, total iron-binding  capacity dan hemoglobin.
2. Keseimbangan nitrogen.

Dietary
Riwayat diet berfokus pada kebiasaan  asupan makanan dan likuid klien dan juga informasi tentang pilihan, alergi dan area relevan lainnya seperti kemampuan klien untuk mendapat-kan makanan.
Komponen dietary data
24-Hours Recall Methode, Data yang dikumpulkan:
  1. Porsi makan
  2. Pola makan dan snack
  3. Waktu makan
  4. Frekuensi makan
  5. Makanan apa saja yang dimakan ----- dalam 3 – 7 hari sebelum sakit menggambarkan intake nutrisi klien, apakah adekuat atau tidak
  6. Apakah ada diet yang dilakukan secara khusus ?
  7. Adakah penurunan dan peningkatan berat badan dan berapa lama periode waktunya ?
  8. Adakah status fisik pasien yang dapat meningkatkan diet seperti luka bakar dan demam ?
  9. Adakah toleransi makan/minum tertentu.
Riwayat kesehatan observasi klinikal
Ners mengobservasi tanda perubahan nutrisi. Karena nutrisi tidak wajar akan mempengaruhi  semua sistem tubuh, kunci malnutrisi bisa teramati selama pengkajian fisik . Ketika pengkajian fisik umum lengkap dari sistem tubuh,  ners bisa mere-cek  area relevan untuk mengevaluasi  status nutrisional klien.
Kondisi medis yang dapat menyebabkan gangguan intake nutrisi Kondisi medis yang dapat menyebabkan gangguan intake nutrisi.
Kanker, malabsorbsi, diare, hiper- tiroid, infeksi berat, perdarahan, ketdk mampuan fisik dan mental, multiple wound or fractures, luka bakar Persistent fever above 37 º C (98,6º F) > 2 hari Chronic use of drugs that affect nutritional status Alcohol abuse Inadequate food budgets

CLINICAL DATA
  1. Keadaan fisik : apatis, lesu
  2.  Berat badan : obesitas, underweight
  3. Otot : fleksi/lemah, tonus kurang, tidak mampu bekerja
  4. Sistem saraf : bingung, rasa terbakar, paresthesia, refleks menurun
  5. Fungsi gastrointestinal : anoreksia, konstipasi, diare, flatulensi, pembesaran liver/lien
  6. Kardiovaskuler : denyut nadi > 100x/mt, irama abnormal, TD rendah/tinggi
  7. Rambut : kusam, kering, pudar, kemerahan, tipis, pecah, patah-patah.
  8. Kulit : kering, pucat, iritasi, petekhie, lemak di subkutan tidak ada.
  9. Bibir : kering, pecah-pecah, bengkak, lesi, stomatitis, membran mukosa pucat.
  10. Gusi : perdarahan, peradangan.
  11.  Lidah : edema, hiperemis
  12. Gigi : karies, nyeri, kotor.
  13. Mata : konjungtiva pucat, kering, exoptlamus, tanda-tanda infeksi
  14. Kuku : mudah patah.
Ekspektasi klien
Klien mengandalkan profesional health care  untuk mengidentifikasi masalah yang tidak disadarinya.
Acuan pengetahuan yang mantap  penting untuk memenuhi harapan klien .

DIAGNOSA
Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh.
Definisi : Keadaan di mana intake nutrisi kurang dari kebutuhan metabolisme tubuh. Kemungkinan berhubungan dengan :
  1.  Efek dari pengobatan
  2. Gangguan intake makanan
  3. Penyakit kronis

Kemungkinan ditemukan data:
  1. Berat badan menurun
  2. Kelemahan
  3. Kesulitan makan
  4. Nafsu makan berkurang
  5. Hipotensi
  6. Ketidakseimbangan elektrolit 
  7. Kulit kering.
Tujuan Yang Diharapkan
Terjadi peningkatan berat badan sesuai batasan waktu Peningkatan status nutrisi.
INTERVENSI & RASIONAL
Ukur intake makanan dan timbang berat badan R/ observasi keb nutrisi Tingkatkan intake makanan
Jaga kebersihan mulut klien R/ mulut yg bersih meningkatkan nafsu makan.
Sajikan makanan yang mudah dicerna, dalam keadaan hangat, tertutup, dan berikan sedkt tapi sering R/ meningkatkan selera makan dan intake makan.
Berikan feed back yang positif ttg peningkatn intake, berat badan R/ meningkatkan kepercayaan u/ mningkatkn makan.
perubahan kultur d. psikologi untuk mengkonsumsi tinggi kalori.

Perubahan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh
Perubahan nutrisi : risiko lebih dari kebutuhan tubuh
Definisi : Pasien dgn resiko atau aktual mengkonsumsi makanan melebihi dari keb. Tubuh
Kemungkinan berhubungan dengan : kelebihan intake
•gaya hidup
•perubahan kultur
•psikologi untuk mengkonsumsi tinggi kalori.

Kemungkinan data yang ditemukan
20% lebih berat dari berat badan ideal Pola makan yang berlebihan Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada :
•Obesitas
Tujuan yang diharapkan
Teridentifikasinya keb nutrisi dan berat badan yang terkontrol Perencanaan kontrol BB untuk ---- Tidak terjadinya penurunan BB yang berlebihan
Intervensi & Rasional
Kolaborasi dengan ahli diet yang tepat R/ menentukan mkn yang sesuai dgn pasien
Ukur intake makanan dalam 24 jam R/ mengetahui jumlah kalori yang masuk
Buat program latihan u/olah raga R/ meningkatkan kebutuhan energi
Hindari mkn yg banyak mengandung lemak R/ makan berlemak banyak menghasilkan energi
Berikan pengetahuan kesehatan ttg : *. Program diet yg benar *. Akibat yg mungkin timbul pd kelebihan BB R/ memberikan informasi dan mengurangi komplikasi.

Ketrampilan MEMASANG  SELANG  NASOGASTRIK
Memberi makanan enteral melalui NGT

Diagnosa lanjutan
  1. Risiko aspirasi  dalam terapi nutrisi enteral
  2.  Konstipasi
  3. Diare
  4. Risiko infeksi
  5. Defisit pengetahuan: nutrisi
  6. Resiko nutrisi lebih di kebutuhan tubuh.

Editor: Heru Setianto
Sumber: Buku Keperawatan

0 Response to "Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Nutrisi"

Post a Comment